elektronika

THE BEST FOR YOUR APPLICATION

Rabu, 26 Februari 2014

Power supply regulator +15V -15V 1A by IC 7815 & 7915

  

 Power supply regulator +15V -15V 1A by IC 7815 & 7915 

sumber :http://www.eleccircuit.com/power-supply-regulator-15v-15v-1a-by-ic-7815-7915/

 When I builds the circuit Pre tone control by IC LF353 the finished , but can not be usable. Because of it wants a power supply +15V GND -15V at 500mA current. I pairs then builds the group Dual DC power Supply +15V,GND,-15V.
       By use pillar equipment be IC 7815 , for +15V and IC 7915 for -15V. Which IC the bilateral can give currrent get about 1A. Other detail both of the circuit and model PCB you can see to follow a image.
      The transformer should have a primary rating of 240/220 volts for europe, or 120 volts for North America. The centre tapped secondary coil should be rated about 18 volts at 1 amp or higher, allowing for losses in the regulator. An application for this type of circuit would be for asmall regulated bench power supply.
Power supply regulator +15V -15V 1A by IC 7815 & 7915
Circuit power supply regulator +15V -15V 1A by IC 7815 & 7915
PCB of Power supply regulator +15V -15V 1A by IC 7815 & 7915
PCB power supply regulator +15V -15V 1A by IC 7815 & 7915
Source : electric book

Note:

      If you think that This circuit is not good enough. For your work. It is hard to find equipment. You do not have it now. These circuits may be viewed below. It may be appropriate for you.
  1. Dual DC Regulator 15V using C1061 and A761
  2. Dual power supply 3V,5V,6V,9V,12,15V with LM317,LM337

 Regulator 15V 400mA by 748 and 2N3055 


Regulator 15V 400mA by 748 and 2N3055
Today try come to see linear regulator 15volt 400mA Circuit. It is use IC op-amp IC748 perform control Voltage Regulator 15V. by have ZD1 5.1V be the referable voltage. For Transistor 2N3055 , perform enlarge current tallly go up and Q3-2N3904 help protect something through the circuit. This circuit can give Current get about 400mA only. Be regarded as the circuit experiences that interesting help give understand the system Voltage Regulator well. The detail is other , a friend has seen in the circuit please sir.


Jumat, 14 Februari 2014

BUAT ADAPTOR

 Dasar teori
Adaptor adalah sebuah alat yang digunakan untuk menurunkan tegangan listrik dan mengubah tegangan listrik AC (Alternating Current) menjadi tegangan listrik DC (Direct Current). Pada saat ini ada banyak rangkaian adaptor mulai dari adaptor yang sangat sederhana hingga adaptor yang canggih. Pada dasarnya semua jenis adaptor ini memiliki prinsip kerja yang sama. Prinsip kerja adaptor dapat dilihat pada diagram blok berikut ini.
Gambar 1 diagram blok adaptor
Sumber arus AC
Sumber arus AC adalah sumber arus listrik yang akan kita gunakan. Sumber arus AC ini umumnya didapat dari tegangan jaringan listrik PLN. Untuk Indonesia tegangan jaringan listrik PLN memiliki tegangan 220V AC dengan  frekuensi 50 Hz. Untuk mengambil sumber arus ini dapat menggunakan sebuah steker listrik yang dihubungkan dengan kabel ke adaptor. Sebagai pengaman, biasanya dipasang sebuah sekering sebagai alat pembatas arus listrik
Step down Transformator.
Step down transformator umumnya disebut trafo saja adalah sebuah komponen elektronika yang digunakan untuk menurunkan tegangan listrik AC 220V ke tegangan listrik AC yang kita inginkan. Perlu diperhatikan, trafo tidak mengubah bentuk tegangan AC menjadi tegangan DC tetapi hanya menurunkannya saja. Ukuran kapasitas sebuah trafo dinyatakan dalam satuan ampere, yaitu menunjukan berapa besar arus listrik yang dapat disediakan oleh trafo tersebut. Ukuran trafo yang terdapat dipasaran adalah mulai dari 500 mA, 1A, 2A, 3A, 5A, 10A, 20A, 30A, 50A, hingga 100A. semakin besar ukuran kapasitas trafo, maka semakin besar pula ukuran fisik dari trafo. Kapasitas sebuah adaptor secara umum ditentukan oleh kapasitas dari trafo yang terdapat di dalamnya.
Besar tegangan keluar dari trafo bermacam-macam dari ukuran terkecil 3V, 4.5V, 6 V, 9V, 12V, 15V, 20V, 24V, 30V, 32V, hingga 45 V. Dipasaran dikenal 2 jenis trafo yaitu:

Trafo Engkel
Trafo engkel adalah trafo tunggal. Trafo ini hanya memiliki 1 jalur lilitan sekunder saja. Lambang dan contoh trafo engkel adalah sebagai berikut
Gambar 2 lambang trafo engkel dan contohnya
Trafo ganda (Trafo CT)
Trafo ganda atau sering disebut trafo CT adalah trafo yang memiliki 2 lilitan sekunder, titik tengah lilitan ini disebut center tap (CT) merupakan titik 0 trafo. Trafo CT dapat juga diubah menjadi trafo engkel. Trafo jenis CT memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan trafo engkel. Berikut adalah lambang dan contoh trafo CT.
Gambar 3 lambang trafo CT dan contohnya

Rectifier (penyearah)
Rectifier atau penyearah adalah rangkaian yang digunakan untuk mengubah arus AC menjadi arus DC. Rectifier terdiri dari rangkaian beberapa buah dioda. Ada 2 jenis penyearah yaitu penyearah setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh. Penyearah setengah gelombang jarang digunakan pada adaptor, biasanya bentuk penyearah ini digunakan untuk keperluan khusus. Untuk adaptor biasanya digunakan bentuk penyearah gelombang penuh. Untuk trafo engkel diperlukan 4 buah dioda yang dipasang dalam bentuk jembatan untuk mendapatkan bentuk gelombang penuh, sedangkan untuk trafo CT hanya dibutuhkan 2 buah dioda untuk membentuk penyearah gelombang penuh.
Jenis dioda yang umum digunakan untuk penyearah adalah jenis dioda silikon. Berikut gambar rangkaian penyearah dan bentuk gelombangnya.
Gambar 4 gelombang penuh pada trafo engkel terdiri dari 4 buah dioda yang dipasang dalam bentuk jembatan
Gambar 5 penyearah gelombang penuh pada trafo CT dengan menggunakan 2 buah dioda.
Gambar 6 penyearah gelombang penuh pada adaptor bipolar yang umum digunakan pada sistem OP-AMP
Gambar 7 penyearah setengah gelombang
Filter dan Stabilisator Tegangan
Filter dalam sebuah adaptor berguna untuk meratakan bentuk gelombang DC yang dihasilkan oleh penyearah. Umumnya digunakan sebuah kapasitor dengan ukuran kapasitas yang cukup besar untuk membentuk filter.  Jenis kapasitor yang digunakan adalah kapasitor polar dengan ukuran 1000 mikro Farrad hingga 47.000 mikro Farrad, tergantung keperluannya. Namun untuk adaptor biasanya dengan ukuran 2200 mikroFarrad sudah menghasilkan arus DC yang cukup baik.
Stabilisator adalah alat yang digunakan untuk menstabilkan arus dan tegangan listrik yang keluar dari filter. Pada adaptor yang akan dibuat tidak menggunakan stabilisator.  Komponen elektronika berupa rangkaian transistor atau dioda zener sering digunakan sebagai stabilisator. Berikut ini gambar beberapa rangkaian filter dan stabilisator yang umum digunakan.
Gambar 8 filter kapasitor
Pada gambar 8 tampak penggunaan filter kapasitor pada sebuah rangkaian adaptor sederhana. Kapasitor yang digunakan ini harus memiliki kapasitas yang cukup besar dan umumnya menggunakan kapasitor polar. Arus listrik yang dihasilkan dengan menggunakan filter kapasitor ini sudah cukup baik, walaupun riak-riak arus masih tetap ada. Untuk menghasilkan arus DC yang lebih baik, maka dapat dipasang sebuah stabilisator tegangan pada sisi setelah filter.
Gambar 9 stabilisator dengan menggunakan dioda zener

Gambar 9 memperlihatkan skema rangkaian adaptor sederhana yang menggunakan kapasitor sebagai filter tegangan dan sebuah dioda zener sebagai stabilisator tegangan. Tegangan yang dihasilkan sudah sangat baik, namun rangkaian ini memiliki keterbatasan yaitu hanya dapat mengeluarkan 1 tingkat tegangan saja, yaitu sebesar tegangan cut-off dioda zener. Misalnya jika tegangan cut-off dioda zener 6,7 volt, maka tegangan listrik DC yang keluar dari adaptor ini juga 6,7 volt, walaupun inputnya kita naikkan.


Gambar 10 adaptor yang menggunakan transistor sebagai stabilisator tegangan
Penggunaan transistor sebagai stabilisator tegangan akan menghasilkan tegangan yang lebih baik lagi. Namun rangkaian adaptor yang menggunakan transistor sebagai stabilisator tegangan membuat rangkaian menjadi lebih rumit. Beberapa kelebihan rangkaian stabilisator tegangan dengan menggunakan transistor adalah dapat divariasikannya tegangan keluaran dari adaptor secara kontinyu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan transistor sebagai stabilisator tegangan adalah perlu memasang keping pendingin dan kipas pendingin pada transistor karena transistor yang digunakan akan mengeluarkan panas yang berlebih. Semakin besar arus yang dilewatkan, maka semakin banyak tingkatan transistor yang digunakan sebagai stabilisator tegangan.
Pada saat ini telah tersedia IC (Integrated Circuit) yang dapat digunakan sebagai stabilisator tegangan yaitu IC 78XX dan 79XX. Perbedaan kedua jenis IC ini adalah pemasangannya di dalam rangkaian. Angka XX menunjukkan nilai tegangan listrik yang dikeluarkan oleh IC misalnya 7805 menyatakan IC ini akan mengeluarkan tegangan DC stabil sebesar 5 volt. Berikut rangkaian IC stabilisator tegangan pada adaptor.
Gambar 11 rangkaian adaptor yang menggunakan IC 78XX dan 79XX
Output DC
Output dari adaptor adalah tegangan DC yang sudah difilter. Tegangan ini akan disalurkan untuk berbagai keperluan. Banyak sekali jenis socket dan terminal yang dapat digunakan untuk keperluan output adaptor. Namun yang perlu diperhatikan, terminal dan socket yang digunakan sebagai sarana output adaptor ini harus dapat menunjukkan perbedaan kutub positif dan negatif, supaya dalam penggunaan adaptor tidak menimbulkan kekeliruan yang dapat menyebabkan rusaknya alat elektronika yang di suplai oleh adaptor. Berikut gambar beberapa jenis terminal dan soket yang dapat digunakan sebagai output adaptor.
Gambar 12 macam-macam socket yang dapat digunakan sebagai output adaptor
3.     Skema dan Komponen yang dibutuhkan
Praktikum ini akan  membuat sebuah adaptor sederhana dengan filter  kapasitor, tanpa menggunakan stabilisator tegangan. Berikut ini adalah skema adaptor yang akan dibuat.
Gambar 13 rangkaian adaptor yang akan dibuat
Komponen-komponen yang dibutuhkan adalah :
  1. Trafo engkel 500 mA dengan tegangan primer 0 dan 220 V; tegangan sekunder 0, 3V, 4.5V, 6V, 9V dan 12 V sebanyak 1 buah
  2. Saklar on-off sebanyak 1 buah
  3. Saklar putar untuk 5 posisi sebanyak 1 buah
  4. Dioda silikon tipe 1N4002, 1A sebanyak 4 buah
  5. Kapasitor elektrolit 2200 mikro Farrad 25 volt sebanyak 1 buah
  6. PCB ukuran 6cm x 10cm sebanyak 1 buah
  7. Socket banana merah dan hitam masing-masing 1 buah
  8. Socket AC sebanyak 1 buah
  9. Lampu led 5 mm 1 buah
  10. Resistor 680 Ohm 1 buah
  11. Kabel secukupnya
  12. Timah solder
  13. Baut dan mur diameter 3 mm secukupnya
  14. Box plastik ukuran 50mm x 85mm x 125 mm sebanyak 1 buah
Alat-alat kerja yang dibutuhkan :
  1. Solder listrik 30 Watt   = 1 buah
  2. Tang potong                 = 1 buah
  3. Tang lancip                  = 1 buah
  4. Tang pengukas kabel   = 1 buah
  5. Obeng + dan -              = 1 set
  6. Sedotan timah              = 1 buah
  7. Ferrid clorida               = secukupnya
  8. Wadah ferrid clorida    = 1 buah
  9. Bor pcd                                    = 1 set
  10. Spon gosok                  = 1 set
  11. Tinner                          = secukupnya
  12. Dudukan solder                       = 1 set
4.    Cara kerja
Proses pembuatan PCB
Perhatikan gambar 14 berikut ini.
Gambar 14 layout PCB untuk adaptor yang akan dibuat
  1. Pindahkan gambar 14 ke permukaan PCB dengan menggambar jalur biru dan coklat saja. Gunakan spidol permanen untuk menggambar jalur tersebut. Ikutilah petunjuk dari asisten.
  2. Setelah jalur selesai digambar, periksa kembali jalur tersebut dan teliti ulang apakah ada jalur yang tertinggal atau berhimpit.
  3. Bila sudah bagus, siapkan larutan ferrit klorid dengan melarutkan sejumlah kecil bubuk ferrit klorid ke dalam air. Hati-hati bila bekerja dengan menggunakan ferrit klorid karena zat ini sangat korosif dan bersifat racun. Gunakan wadah plastik untuk melarutkannya dan sebaiknya lakukan di luar ruangan.
  4. Kemudian rendam PCB yang sudah digambar ke dalam larutan. Untuk mempercepat proses pelarutan tembaga, goyang perlahan-lahan wadah. Lakukan hingga semua tembaga yang tidak tertutup spidol larut. Proses ini disebut etching.
  5. Setelah proses etching selesai. Angkat PCB dengan menggunakan jepitan kayu dan bersihkan pada air yang mengalir dengan menggunakan sabun. Lakukan hingga permukaan PCB benar – benar bersih dari sisa-sisa ferrit klorid.
  6. Setelah itu bersihkan permukaan PCB dari bekas tinta spidol dengan menggunakan tinner. Kemudian gosok dengan menggunakan spon halus hingga jalur tembaga yang sudah terbentuk mengkilap dan bebas dari oksida tembaga. Perhatikan, untuk menjaga jalur tetap mengkilap, jangan sentuh jalur dengan menggunakan tangan, karena asam pada kulit akan menyebabkan jalur tembaga teroksidasi dan menjadi buram.
  7. Buatlah titik-titik kecil dengan mengunakan paku kecil pada PAD yang akan di bor.
  8. Setelah semua PAD ditandai dengan titik, mulailah membuat lubang dengan menggunakan bor listrik kecil ukuran 0,8 mm. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak jalur tembaga.
  9. Setelah selesai proses pengeboran, bersihkan kembali dengan menggunakan spon halus dan PCB siap untuk dipasang komponen.
Proses Penyolderan komponen
  1. Sebelum memasang komponen ke PCB, periksa terlebih dahulu PCB yang sudah anda buat ke asisten untuk benar-benar menyakinkan PCB anda sudah benar.
  2. Kemudian panaskan solder listrik dan tempatkan pada dudukannya.
  3. Pasangkan komponen pada lubang PCB dengan mengikuti petunjuk gambar 14.
  4. Solder dengan menggunakan timah kaki-kaki komponen tersebut. Perhatikan jangan menyolder terlalu lama, karena panas yang berlebih dapat merusak komponen yang digunakan. Perhatikan juga letak kaki komponen jangan sampai terbalik.
  5. Potong dan rapikan kaki komponen yang tersisa dengan menggunakan tang potong
  6. Setelah selesai periksa kembali PCB yang sudah dipasang komponen ke asisten untuk menyakinkan pemasangan komponen sudah benar.
  7. Bila ada komponen yang salah pasang, cabut komponen dengan menggunakan bantuan penyedot timah. Ikuti petunjuk asisten.
  8. Setelah semua komponen terpasang, pasang trafo ke PCB dengan menggunakan baut dan kencangkan.
Proses pengawatan
  1. Potong kabel sepanjang 10 cm sebanyak 14 buah.
  2. Kemudian solder, kabel dari terminal 3V, 4.5V, 6V, 9V dan 12V ke sakelar putar dan 1 buah kabel juga di solder ke terminal output sakelar putar.
  3. Hubungkan kabel dari terminal 0 sekunder trafo ke PCB dan terminal output sakelar putar ke PCB (ikuti petunjuk asisten).
  4. Pasang kabel merah pada lubang output PCB yang positif dan kabel hitam ke lubang output PCB (negatif).
  5. Pasang kabel di terminal primer trafo pilih titik 0V dan 220V. Titik 0V langsung dihubungkan ke socket AC, sedangkan titik 220V ke sakelar on-off.
  6. Hubungkan kabel dari sakelar on-off ke socket AC.
  7. Pasang lampu indikator Led dan resistor (ikuti petunjuk asisten)
  8. Periksa ulang rangkaian pengawatan yang sudah anda buat ke asisten.
Proses pembuatan box dan perakitan ke dalam box
  1. Siapkan box sebagai tempat adaptor.
  2. Buat lubang dudukan untuk sakelar on-off, sakelar putar, soket AC dan socket banana jack pada box. Lakukan menurut selera anda tetapi harus proporsional.
  3. Pasang PCB pada tutup box. Kencangkan dengan baut.
  4. Pasang socket AC pada tempatnya, demikian juga sakelar putar, sakelar on-off dan socket banana jack.
  5. Pasang kabel dari terminal output PCB ke banana jack. Kabel merah ke socket merah dan kabel hitam ke socket hitam.
  6. Sebelum anda menutup box, periksa kembali box ke asisten
  7. Tutup box dengan rapi dan kencangkan dengan baut yang tersedia.
  8. Adaptor sederhana telah selesai dibuat dan siap di uji coba.
Proses pengujian
  1. Siapkan multimeter.
  2. Hubungkan socket AC dengan jaringan PLN dengan menggunakan kabel listrik yang sesuai.
  3. Aktifkan sakelar AC dan perhatikan apakah ada asap yang keluar dari box. Bila ada asap, segera matikan dan periksakan adaptor anda ke asisten.
  4. Putar sakelar putar pada tegangan tertentu, kemudian ukur tegangan yang keluar dari socket banana jack dengan menggunakan mutilmeter.
  5. Ukuran untuk setiap tegangan listrik yang tersedia.






RANGKAIAN CHARGER ACCU



Keterangan :

S1       = saklar untuk listrik 220 Vac/PLN

F1       = sekring tabung 10 Ampere + house
F2       = sekring tabung 15 Ampere + house
T1        = trafo ACT 2 Ampere merk “BIG” ( 5 ampere klo mau buat aki mobil, 10 ampere klo mau buat aki truk )
D1       = dioda bridge 10 Ampere
D2       = dioda MIC 6A05
IC1      = LM7815 + sirip pendingin
R1       = resistor 0.1 ohm 1 watt
Q1       = transistor TIP3055 + sirip pendingin
C1       = kapasitor 2200 mikrofarad 25 V
C2       = kapasitor 1000 mikrofarad 35 V
C3       = kapasitor 1 mikrofarad 35 V


Komponen Pendukung :
- Papan PCB berlubang
- Kabel ganda buat 350 volt 1 meter
- Kabel isi kawat diameter 0.5 mm 1 meter
- Baut segienam 8 buah
- Jepit buaya kecil 8 pasang
- Jepit aki 1 pasang
- Colokan isi 3 merk Broco 1 buah yang pake saklar
- Alas kayu 25x15 cm 1 buah
- Dobeltip busa 1 buah

WARNING : 
PASTIKAN GUNAKAN SEKRING JIKA ANDA MERAKIT KOMPONEN ELEKTRONIKA, UNTUK MENGHINDARI KEBAKARAN ATAU HAL-HAL YANG TAK DIINGINKAN

Minggu, 02 Februari 2014

Tips menyetel klep Sepeda Motor Honda

Tips menyetel klep Sepeda Motor Honda


cara yang tepat menyetel klep pada Sepeda Motor Honda.
1. Persiapkan alat-alat antara lain;
  1. Obeng (-) besar
  2. Kunci T 17 (untuk motor Supra X 125/Kharisma)
  3. Kunci T 14 (untuk motor Supra Fit, Tiger)
  4. Ring 8-9 (untuk motor tipe bebek)
  5. Ring 10-11 (untuk motor tipe Sport)
  6. Ring 17 (untuk motor tipe bebek)
  7. Ring 24 (untuk motor tipe sport)
  8. Fuller gauge 1set
  9. Valve Adjusting wrech (kunci klep)
2. Buka kedua tutup klep (In dan Ex) dengan menggunakan kunci Ring 17(tipe bebek) atau Kunci Ring 24(tipe Sport)
3. Awalnya posisikan agar kondisi valve bebas atau posisi piston pada Titik Mati Atas (TMA), dengan cara buka tutup magnet pada blok mesin kiri dengan menggunakan Obeng (-) besar (ada 2 buah ), pergunakan kunci Ring 14/17 untuk memutar poros engkol berlawanan dengan jarum jam.
4. Sambil memutar poros engkol, perhatikan pada saat valve In bergerak, lihat pada lubang kecil di blok magnet, posisikan tanda T pada garis lurus di lubang kecil blok magnet.
5. Kemudian pegang dan gerak-gerakkan kedua klep untuk memastikan keduanya sudah dalam posisi bebas.
6. Jika langkah diatas sudah benar, maka lakukan penyetelan valve dengan ukuran untuk tiap-tiap motor sbb;
  • Tipe Sport (Tiger,Mega Pro,GL Pro,Phantom) ukuran = 0,10mm (±0,01mm).
  • Tipe Bebek (Supra Fit, Grand, Legenda, Supra X, Win, GL 100) ukuran celah klep = 0,05mm (±0,01mm).
  • Tipe Bebek (Supra X 125, Kharisma, Kirana) ukuran celah klep = 0,03mm (±0,01mm)
  • Tipe Matik (Vario) ukuran celah klep ( Klep In : 0,15mm (±0,01mm) Klep Ex : 0,26mm (±0,01mm) )
Cara penyetelannya adalah, kendorkan mur pengikat tappet adjuster (baut stelan klep) dengan menggunakan Ring 8-9 / 10-11
7. Lalu letakkan Fuller gauge sesuai ukuran celah klep kedalam ujung batang klep, putar tappet adjuster(baut stelan klep) sampai terasa apabila fuller gauge di tarik terasa seret dan apabila didorong tidak bisa.
8. Kemudian keraskan lagi mur stelan klep dan cek ulang hasil stelan klep tadi, sampai hasilnya tepat, (bila fuller gauge terasa ditarik seret dan di dorong tidak bisa)
9. Tutup kembali semua komponen yang tadi dibuka kemudian rasakan hasilnya. MANTAP!
Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.

Sabtu, 01 Februari 2014

Penyebab Mesin Motor Berasap Tebal

Empat Penyebab Mesin Motor Berasap Tebal

sumberhttp://www.tempo.co/read/news/2011/05/24/171336445/Empat-Penyebab-Mesin-Motor-Berasap-Tebal
Empat Penyebab Mesin Motor Berasap Tebal

 Beberapa pemilik sepeda motor beberapa waktu lalu mengaku dari knalpot kendaraan roda miliknya mengeluarkan asap tebal.

 Pada saat yang bersamaan, tercium bau gosong seperti oli dan karet yang terbakar.

“Asap pekat terjadi saat pagi hari saat motor akan dipanasi dan saat dinyalakan kembali setelah beberapa saat mesin dimatikan.

Menurut Cucung Suryana, mekanik Surya Motor, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada umumnya permasalahan seperti itu dialami sepeda motor yang telah berumur lima tahun atau lebih. Meski demikian, motor baru pun juga bisa mengalaminya bila perawatan mesin tidak bagus atau karena cacat bawaan dari pabrik yang terjadi pada saat proses perakitan.

“Hal itu terjadi karena oli mesin yang masuk ke ruang bakar sehingga pada saat proses pembakaran oli juga ikut terbakar sehingga timbul asap pekat,” tuturnya saat ditemui, Selasa, 24 Mei 2011.

Penyebab utama masalah tersebut, kata Cucung, adalah silinder dan kepala silinder yang bermasalah. Bahkan, tak jarang ia menemukan volume oli mesin yang melebihi takaran juga menjadi penyebab timbulnya kepulan asap yang berlebihan itu.

Lantas apa saja penyebab silinder dan kepala silinder itu bermasalah? Bagaimana cara mengatasi masalah itu? Berikut penjelasan Cucung. 

1. Liner silinder tergores


Liner silinder merupakan komponen yang terdapat di bagian blok mesin. Perangkat ini berfungsi untuk melindungi bagian dalam silinder blok dari gesekan piston.

Pada saat mesin dinyalakan dan kepala piston yang bergerak maju-mundur atau naik-turun bisa menimbulkan goresan pada liner silinder. Luka gores tersebut menjadi celah bagi oli mesin untuk masuk ke ruang bakar.

“Akibatnya, saat mesin dinyalakan dan proses pembakaran terjadi, oli ikut terbakar sehingga menghasilkan asap pekat,” kata Cucung.

Untuk mengatasi hal itu, harus dilakukan penambahan ukuran atau istilah di kalangan penggemar modifikasi adalah oversizing. Namun, proses tersebut juga harus dibarengi dengan penggantian piston dan ring piston.


2. Piston dan ring piston aus


Piston atau kadang disebut istilah torak merupakan bagian dari mesin yang berfungsi sebagai penekan udara masuk dan penerima tekanan hasil pembakaran pada ruang bakar. Piston terhubung ke poros engkol atau crankshaft melalui setang piston atau istilah kerennya connecting rod.

Adapun ring piston ada dua jenis, yaitu ring kompresi dan ring oli. Ring kompresi berfungsi untuk pemampatan volume dalam silinder serta menghapus oli pada dinding silinder.

“Piston dan ring piston aus karena faktor usia pakai atau karena sebab-sebab lain akibat perawatan dan perlakuan terhadap motor yang tidak baik,” terang Cucung.

Bila keduanya rusak atau aus, selain menyebabkan kemampuan kompresinya menurun sehingga performa mesin loyo juga menyebabkan oli merembes ke ruang bakar, khususnya ring piston oli.

“Ring oli ini hanya terdapat di motor mesin empat tak, Sebab, pelumasan mesin dua tak menggunakan oli samping,” ujarnya.

Bila ternyata silinder masih bagus, tetapi piston dan ring piston telah aus, Anda harus mengganti keduanya.


3. Seal klep bermasalah


Pada umumnya, klep motor yang telah berumur di atas lima tahun yaitu tujuh tahun ke atas sangat rawan mengalami masalah. Semua motor yang bermesin empat tak dilengkapi klep.

Peranti itu berfungsi untuk mengendalikan gas buang dan masuk ke ruang bakar yang akan bercampur dengan bahan bakar minyak (BBM) yang telah disemburkan dari injektor atau karburator.

Sedangkan gas keluar adalah gas sisa hasil pembakaran di ruang bakar. Kedua jenis gas itu digerakkan oleh dorongan maju mundur piston dan dibatasi klep.

Sehingga bila seal klep atau bahkan klep itu sendiri aus atau rusak, maka oli yang melumasi piston akan merembes ke ruang bakar. Akibatnya, rembesan pelumas itu ikut terbakar saat proses pembakaran dan menimbulkan asap pekat dari knalpot.

Untuk mengatasi masalah itu mau tidak mau Anda harus menggantinya dengan yang baru. Sebab bila tidak permasalahan tidak akan pernah selesai karena peranti yang sudah aus tidak bisa digunakan lagi.


4. Volume oli yang berlebihan


Satu hal yang patut digarisbawahi, setiap produsen sepeda motor telah menetapkan kapasitas mesin dalam menampung oli. Begitu pun dengan pabrikan minyak pelumas yang telah mempertimbangkan hal tersebut.

Walhasil, dalam satu kemasan, baik kaleng maupun botol plastik, volume oli yang harus dituang ke mesin telah ditetapkan dengan pasti. Bila ada pemilik motor yang ingin menambah volume oli ke mesin dengan dalih agar gesekan antarkomponen mesin tidak terjadi, hal itu justru salah.

“Sebab oli yang melebihi takaran rawan masuk ke ruang bakar, terutama di saat mesin sudah panas dan oli semakin encer,” ujar Cucung.

Akibatnya, oli yang masuk ke ruang bakar ikut terbakar saat proses pembakaran terjadi. Hasilnya, asap pekat keluar dari knalpot.