elektronika

THE BEST FOR YOUR APPLICATION

Rabu, 29 Januari 2014

Cara menghitung lilitan kawat Transformator-1

Cara menghitung lilitan kawat Transformator-1

Menghitung diameter kawat Trafo.
sumber  :
http://elektronikado.blogspot.com/2011/09/cara-menghitung-lilitan-kawat.html
Untuk menghitung diameter kawat yang diperlukan memerlukan beberapa rumus, dibawah ini rumus yang sederhana dan dapat digunakan untuk membuat trafo, perhitungan ini adalah pelengkap dari perhitungan sebelumnya dari "Cara menghitung lilitan kawat Transformator-2", dengan dua bagian artikel ini anda dapat mempraktekkan untuk membuat trafo yang diperlukan. Minimal anda akan tahu berapa Amper yang diperlukan jika jika suatu rangkaian memerlukan  Voltase dan Watt yang diketahui, dengan ini Trafo tidak akan terlalu panas karena arusnya kurang atau tidak akan drop voltasenya.

Untuk mengtung diameter kawat :
I = W / E
I = besar arus di Primer
E = Tegangan di Primer
W = Tenaga digulingan Primer

Untuk menghitung Primer belum diketahui dengan rumus :
W1 = 1.25 x W2
W1 = Tenaga Primer pada gulungan
W2 = Tenaga Sekunder pada gulungan

Untuk menghitung Tenaga Sekunder dengan rumus :
W2 = E2 x I2
W2 = Tenaga sekunder
E2 = Tegangan sekunder
I2= Arus sekunder

Hitung jika di perlukan transformator Tegangan 9 Volt dengan arus yang diperlukan sebesar 500 mA
I2 = 500 mA
E2 = 9 Volt
W2 = E2 x I2
W2 = 9 x 500 mA
W2 = 9 x 0.5 A = 4.5 Watt

Untuk menghitung besar diameter kawat Primer diketahui W2 = 4.5 Watt :
W1= 1.25 x W2
W1 = 1.25 x 4.5
W1 = 5.625 Watt = 5.6 Watt

Diketahui tegangan listrik 220 Volt, W1 = 5.6 Watt
W1 = Ix E1
I1 = W1/ E1
I1 = 5.6 / 220 = 0.025 A = 25 mA, besar diameter kawat yang diperlukan dapat dilihat di tabel kawat



Cara menghitung lilitan kawat Transformator-2

Teras besi, untuk menggulung Trafo (transformator), ada tiga macam bentuk dasar seperti tiga gambar diatas yaitu berberntuk huruf C, O dan E,dari ketiga macam bentuk ini yang paling sering dipakai dan banyak dipasaran yaitu trafo berbentuk E dan bentuk O yaitu Trafo Toroida, dipasaran dikenal pula dengan nama Trafo Donat karena bentuknya menyerupai makanan Donat lobang ditengah.

Bentuk teras besi masing-masing sangat tipis dan herlapis isolator hingga antara satu dengan lainnya terisolasi jika disusun untuk membentuk trafo diperlukan beberapa teras besi dijajar berlapis-lapis hingga membentuk luas teras besi yang diperlukan.

Keterangan gambar-4
Gambar penampang irisan trafo dilihat dari atas :
Warna kelabu lapisan teras besi.
Warna merah ilitan kawat tembaga.
Warna hijau rumah plastik tempat lilitan kawat tembaga.

Hitungan Luas Teras besi :

O = P x L
O = luas teras besi
P = panjang teras besi
L = lebar teras besi
P = 2.5
L = 2
= 2.5 x 2
= 5
Jadi luas teras besi = 5 cm persegi

Gulungan perVolt

gpV = f / O
gpV = gulungan perVolt
f = frekwensi listrik 50Hz
O = luas teras besi
f = 50Hz
= 5 cm2
gpV = 50 / 5 gpV
gpV = 10 gulungan perVolt
Jadi untuk 1 Volt memerlukan 10
gulungan kawat temhaga

Diperlukan Trafo untuk keperluan 15Volt,
dari jaringan Listrik 220Volt.
Hitung berapa jumlah gulungan Primer dan sekunder
Jika gulungan perVolt = 10 gulungan kawat tembaga.

Kerugian teras besi Sebesar 10%
Untuk menghitung
Gulungan Primer 220 Vol
Gulungan Sekunder 15 Volt.
Primer = 220Volt.
10 x 220 = 2200 gulungan
2200 x 10% = 220 gulungan
Gulungan Primer = 2200 + 220 = 2420 gulungan
Sekunder = 15Volt
10 x 15 = 150 gulungan
150 x 10% = 15 gulungan.
Gulungan sekunder 150 + 15 = 165 gulungan.


Tabel garis tengah kawat tembaga dan kemampuan menghantar Arus listrik dalam Amper dan Mili Amper.

NoGaris tengah kawat temhaga

mm
Kemampuan arus
dalam Amper

A
Kemampuan arus
dalam Mili Amper

MA
1
0.1
0.016 --- 0.024
16 --- 24
2
0.15
0.035 --- 0.053
35 --- 53
3
0.2
0.063 --- 0.094
63 --- 94
4
0.25
0.098 --- 0.174
98 --- 174
5
0.3
0.141 --- 0.212
141 --- 212
6
0.35
0.190 --- 0.289
190 –- 289
7
0.4
0.251 --- 0.377
251 --- 377
8
0.45
0.315 --- 0.477
315 --- 477
9
0.5
0.340 --- 0.588
340 --- 588
10
0.6
0.566 --- 0.849
566 --- 849
11
0.7
0.770 --- 1.160
770 --- 1160
12
0.8
1.01 --- 1.51
13
0.9
1.27 --- 191

14
1
1.57 --- 226

15
1.5
353 --- 5.30

16
2
6.28 --- 9.42

17
2.5
9.84 --- 14.33

18
3
14.14 --- 2120

19
3.5
19.24 – 28.86

2O
4
25.14 --- 37.31



Tidak ada komentar:

Posting Komentar